"Kebahagiaan tidak tergantung pada apa yang kamu miliki atau siapa kamu, tetapi pada apa yang kamu pikirkan."-Epictetus Pernahkah kamu bertanya-tanya, "Apakah kebahagiaan masih bisa diraih di tengah kesedihan ini?"Jika ya, buku ini untukmu. Untukmu Jiwa-Jiwa yang Bersedih adalah sebuah panduan inspiratif yang mengupas bagaimana para filsuf ternama sepanjang sejarah memandang kesedihan dan…
Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya mengisahkan tentang seorang biksu yang terbawa hanyut arus air, pada awalnya sang biksu berupaya sekeras mungkin untuk selamat dari arus tersebut. Namun apa daya, semakin sang biksu berusaha hanya semakin lelah saja yang terasa. Akhirnya sang biksu memutuskan untuk diam saja mengikuti arus membawa tubuhnya, kemudian ketika arus mulai tenang sang biksu pun ber…
Buku ini adalah sekuel buku "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya" yang mendapat respon heboh masyarakat dengan menjadi best-seller di Indonesia selama bertahun-tahun. Tak heran majalah Spritually and Health di Amerika mengomentari buku ini sebagai salah satu buku spiritual terbaik. Buku ini mengajarkan kesederhanaan melihat kehidupan, kontradiksi yang jarang diajarkan kepada kita, Ajahn Brahm …
“Seorang menyebut anda idiot, maka anda mulai berpikir,”Bagaimana mereka bisa menyebutku idiot? Mereka tak berhak menyebutku idiot! Betapa kasarnya menyebutku idiot! Akan kubalas mereka karena telah menyebutku idiot!” Buku ini merupakan buku terakhir dari trilogi 'Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya' yang telah menjadi best-seller di Indonesia selama tujuh tahun sejak jilid pertamanya …