Apa yang kau lihat di savana? Rerumputan? Satu-dua pohon yang meranggas? Atau sapi dan kuda yang tengah merumput? Apa yang kau rasakan ketika di savana? Panas? Udara kering yang membuat dahaga? Atau semilir angin yang membuai? Kalau kau tanya aku. Maka aku jawab begini: Aku melihat ketangguhan di savana. Pada rumput yang kering, berwarna cokelat, terinjak. Tapi besok-besok tetap ada, meng…
Kita datang ke dunia ini sebagai saudara, tapi mengapa kita mesti diikat pada daging dan darah, yang ternyata hanya memisahkan kita? Itulah tragika anak manusia yang digeluti oleh novel Putri Cina ini. Novel ini melukiskan, bagaimana anak manusia itu ingin mencintai bumi tempat ia berpijak. Tapi ternyata bumi tersebut tak mau menjadi tanah airnya yang aman, damai, dan tenteram. Ia yakin, den…
Usia lima belas tahun, aku menemukan tempat rahasia. Lokasinya berada di tengah hutan lebat, di lereng-lereng terjal Bukit Barisan. Dengan pohon-pohon tinggi. Semak belukar yang susah ditembus. Tumbuhan pakis, lumut, juga belalai rotan. Pertama kali aku menemukannya, kakiku, tanganku, juga bagian tubuh lain tidak terhitung meninggalkan baret dari duri, onak, atau ujung daun yang tajam, pun bisa…
Lalita menerima sejilid kertas tua berisi bagan-bagan mandala, dan sejak itu setiap hari pengetahuannya tentang sang kakek bertambah. Setiap kali pengetahuan itu bertambah banyak, setiap kali pula sang kakek bertambah muda dalam penglihatannya. Pada suatu titik ia bisa sepenuhnya melihat seorang remaja berumur tiga belas tahun, yang berdiri lurus kaku dan kepala sedikit miring seolah melihat se…
"Kau bukan Pukat si anak yang pintar..........kau lebih dari itu, kau Pukat si anak yang genius." Berkisah tentang keluarga Bapak Syahdan dan Mamak Nur dengan empat anaknya yang hebat: Eliana, Pukat, Burlian, dan Amelia. Kisah masing-masing anak diceritakan sendiri-sendiri oleh Tere Liye. Kali ini Pukat, sebagai anak kedua, sembilan tahun, si anak pintar yang paling dijagokan bisa menjawab sem…
Sesuk Dia Bisa Ke Mana Pun Dia Mau, Tidak Bisa Dikurung. Dia Bisa Pergi Kapan Pun Dia Ingin Pergi, Tidak Ada Pintu, Dinding, Yang Bisa Menahannya.Jangan Dibicarakan, Jangan Dibahas, Jangan Diganggu. Maka Me Dia bisa ke mana pun dia mau, tidak bisa dikurung. Dia bisa pergi kapan pun dia ingin pergi, tidak ada pintu, dinding, yang bisa menahannya. Jangan dibicarakan, jangan dibahas, jangan digang…
KAMU sudah gila!” Itulah kalimat yang terakhir kali Al Mas'ud ingat sebelum día pingsan beberapa saat lalu. Sekarang, matanya terbuka, mengerjap-ngerjap. Terang? Seberkas cahaya matahari menembus celah kecil di dinding. Sudah siang? Berapa lama dia pingsan? Beringsut hendak duduk. Mengeluh pelan, tubuhnya terasa sakit. Ada memar di lengan, juga lebam di paha, punggung. Mas'ud menoleh …
Lumpu ini adalah buku ke-11 dari serial Bumi petualangan dunia paralel karya Tere Liye. Sebenarnya, novel ini merupakan kelanjutan kisah dari novel Selena dan Nebula maka bagi yang belum membaca novel Selena dan Nebula, alangkah baiknya baca terlebih dahulu kedua novel tersebut agar paham akan alur cerita dalam Lumpu. Pada novel setebal 368 halaman ini, kembali mengisahkan petualangan serta pen…
Buku ini ditulis oleh Stephanie Zen. Ia lahir dan besar di kota Surabaya, saat ini tinggal di Singapura. Suka tertidur karena suara hujan. Keinginan terbesarnya adalah menjadi penulis dan keliling dunia, tetapi ia tidak suka terbang. Stephanie mulai menulis ketika dia masih di sekolah dasar. Dia menyukai karya-karya Sophie Kinsella, Matt Dunn, Rick Warren, dan Max Lucado. Dia juga penggemar ber…
"Kejadian-kejadian aneh yang dialami oleh Sri, mantan pembantunya dan Rani ternyata bukan isapan jempol belaka. Tapi mengapa dirinya sendiri tak pernah mengalaminya?. Apakah setelah berhasil mengganggu Sri dan Rani, hantu itu akan mengganggu dirinya?. Baginya, ia sulit mempercayai hal-hal mistis yang tak masuk di akal." -Adi. Kalau ada yang menawarkan rumah super mewah, lengkap dengan perabo…